Minggu, 08 Mei 2011

Hadits Mardud


Hadits Mardud
Mardud menurut bahasa berarti yang “ditolak” atau yang “tidak diterima” sedangkan menurut istilah “Hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat atau sebagian syarat hadits maqbul” tidak terpenuhinya syarat bisa terjadi pada matan dan sanad. Hadits ini dibagi menjadi dua yaitu hadits dha’if dan hadits maudu’

1.Hadits dhoif
Kata dhaif menurut bahasa berarti lemah berarti jjika ditinjau dari segi bahasa hadits dhoif adalah hadits yang tidak kuat. Secara istilah hadits do’if ini terdapat perbedaan rumusan sebagai berikut:
annawawi mendefinisikan “ hadits yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat shohih dan syarat-syarat hadits hasan”

ulama’ lainnya mengatakan” hadits yang didalam nya tersimpan sifat maqbul”
menurut Nur Ad din mengatakan “hadits yang  salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadits hilang dari syarat maqbul”
jadi bisa disimpulkan bahwa satu syarat saja yang hilang dari hadits shohih dan hadits hasan itu bisa disebut hadits dhaif.
Para ulama’ menemukan ke-dhaifan hadits itu poada tiga bagian yaitu pada sanad, matan, dan perawinya dari ketiga bagian tersebut mereka membaginya lagidalam beberapa macam hadits dho’if.
a.dhoif dari segi persambungan sanadnya
dari segi persambungan sanad , para ulama’ telah menemukan  banyak hadits yang jika dilihat dari sudut sanadnya ternyata tidak bersambung. Dari sini tergolong menjadi empat yakni hadits almursal, hadits al munqati’, hadits al mu’dal, hadits al mudallas.
1.Hadits mursal
Hadits mursal adalah ahadits yang gugur sanadnya setelah tabi’in. yang dimaksud disini adalah tidak disebutkan nama yang terakhir. Padahal sahabat dalah orang yang pertama menerima hadits.

2.Hadits munqti’
Hadits munqati’ “ hadits yang pada sanadnya terdapat seorang perawi yang gugur atau pada sanad tersebut disebut seseorang yang tak dikenal namanya. Gugurnya hadits ini tidak terjadi pada thabaqoh pertama (sahabat), tetapi pada thabaqah berikutnya, yang digugurkan terkadang seworang perawi, atau lebih dengan tidak berturut –turut.
3.Hadits mu’dal
Hadits yang gugur dua orang sanadnya atau lebih, secara berturut-turut
4.Hadits mudallas
Hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tidak bernoda. Yakni rawi menggugurkan pernah bertemu rawi yang telah digugurkan. Yang dimaksudkan untuk menghilangkan aib agar kelemahan hadits dapat tertutupi
b. dhaif dari segi sandarannya
para ulama’ ahli hadits semua hadits mauquf dan yang maqtu’ kedalam hadits dha’if.
1.Hadits mauquf
Hadits mauquf adalah hadits yang dirwayatkan oleh para sahabat, yaitu berupa perkataan, perbuatan, atau taqrirnya, baik itu bersambung atau tidak.. dan tidak marfu’ karena hadits ini disandarkan pada rasulullah.
2.Hadits maqtu’
Hadits yang diriwayatkan dari tabi’in dan disandarkan kepadanya, baik perkataan maupun perbuatannya.dengan kata lain, bahwa hadits maqtu’ adalah pekataan atau perbuatan tabi’in.
c.Dhaif dari segi tiada syarat adil
Yang dimaksud disini adalah kedhaifan karena dibuat-buat oleh seorang (pendusta) yang ciptaan ini dinisbatkan kepada rasulullah secara paksa dan dusta, baik sengaja maupun tidak.
1.Hadits matruk
Hadits yang diriwayatkan oleh seorang tertuduh dusta( terhadap hadits yang diriwayatkannya), atau tampak kefsikannya, baik perbuatan maupun perkataan.atau oarang yang banyak lupa atau banyak ragu.
2.Hadits munkar
Hadits yang diriwayatkan oleh orang yang lemah ( perawi yang dha’if) yang bertentangan dengan periwayatan orang kepercayaan.
d.Dhaif karena tiadanya dhabit
1.Mudraj
Hadits yan menampilkan tambahan redaksi, padajhal bukan bagian dari hadits. Redaksi tersebut bisa saja berasal dari tabi’in, atau komentar para perawi sendiri dallam menerangkan suatu makna suatu hadits.
2.Hadits Maqlub.
Hadits yang matannya tertukar oleh seoran perawi, atau seorang pada sanadnya. Kemudian didahulukan didahulukan dalam penyebutannya, yang seharusnya disebut belakangan, atau penyebutanny yang terakhir, yang seharusnya didahulukan. Atau diletakkan sesuatu pada tempat yang lain.
3. hadits mudhthorib
hadits yang diriwayatkan dalam bentuk yang berbeda-bedapadahal dari satu perawi (yang meriwayatkan) dua atau lebih, atau dua dari para perowi yang berdekatan (dan tidk bisa ditarjih)
4.hadits mushahhaf
yaitu hadits yang berbeda terjadi karena perubahan titik kata. Sedan bentuk tulisannya tidak berbeda.
Hadits Mardud
Mardud menurut bahasa berarti yang “ditolak” atau yang “tidak diterima” sedangkan menurut istilah “Hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat atau sebagian syarat hadits maqbul” tidak terpenuhinya syarat bisa terjadi pada matan dan sanad. Hadits ini dibagi menjadi dua yaitu hadits dha’if dan hadits maudu’

1.Hadits dhoif
Kata dhaif menurut bahasa berarti lemah berarti jjika ditinjau dari segi bahasa hadits dhoif adalah hadits yang tidak kuat. Secara istilah hadits do’if ini terdapat perbedaan rumusan sebagai berikut:
annawawi mendefinisikan “ hadits yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat shohih dan syarat-syarat hadits hasan”
ulama’ lainnya mengatakan” hadits yang didalam nya tersimpan sifat maqbul”
menurut Nur Ad din mengatakan “hadits yang  salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadits hilang dari syarat maqbul”
jadi bisa disimpulkan bahwa satu syarat saja yang hilang dari hadits shohih dan hadits hasan itu bisa disebut hadits dhaif.
Para ulama’ menemukan ke-dhaifan hadits itu poada tiga bagian yaitu pada sanad, matan, dan perawinya dari ketiga bagian tersebut mereka membaginya lagidalam beberapa macam hadits dho’if.
a.dhoif dari segi persambungan sanadnya
dari segi persambungan sanad , para ulama’ telah menemukan  banyak hadits yang jika dilihat dari sudut sanadnya ternyata tidak bersambung. Dari sini tergolong menjadi empat yakni hadits almursal, hadits al munqati’, hadits al mu’dal, hadits al mudallas.
1.Hadits mursal
Hadits mursal adalah ahadits yang gugur sanadnya setelah tabi’in. yang dimaksud disini adalah tidak disebutkan nama yang terakhir. Padahal sahabat dalah orang yang pertama menerima hadits.

2.Hadits munqti’
Hadits munqati’ “ hadits yang pada sanadnya terdapat seorang perawi yang gugur atau pada sanad tersebut disebut seseorang yang tak dikenal namanya. Gugurnya hadits ini tidak terjadi pada thabaqoh pertama (sahabat), tetapi pada thabaqah berikutnya, yang digugurkan terkadang seworang perawi, atau lebih dengan tidak berturut –turut.
3.Hadits mu’dal
Hadits yang gugur dua orang sanadnya atau lebih, secara berturut-turut
4.Hadits mudallas
Hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tidak bernoda. Yakni rawi menggugurkan pernah bertemu rawi yang telah digugurkan. Yang dimaksudkan untuk menghilangkan aib agar kelemahan hadits dapat tertutupi
b. dhaif dari segi sandarannya
para ulama’ ahli hadits semua hadits mauquf dan yang maqtu’ kedalam hadits dha’if.
1.Hadits mauquf
Hadits mauquf adalah hadits yang dirwayatkan oleh para sahabat, yaitu berupa perkataan, perbuatan, atau taqrirnya, baik itu bersambung atau tidak.. dan tidak marfu’ karena hadits ini disandarkan pada rasulullah.
2.Hadits maqtu’
Hadits yang diriwayatkan dari tabi’in dan disandarkan kepadanya, baik perkataan maupun perbuatannya.dengan kata lain, bahwa hadits maqtu’ adalah pekataan atau perbuatan tabi’in.
c.Dhaif dari segi tiada syarat adil
Yang dimaksud disini adalah kedhaifan karena dibuat-buat oleh seorang (pendusta) yang ciptaan ini dinisbatkan kepada rasulullah secara paksa dan dusta, baik sengaja maupun tidak.
1.Hadits matruk
Hadits yang diriwayatkan oleh seorang tertuduh dusta( terhadap hadits yang diriwayatkannya), atau tampak kefsikannya, baik perbuatan maupun perkataan.atau oarang yang banyak lupa atau banyak ragu.
2.Hadits munkar
Hadits yang diriwayatkan oleh orang yang lemah ( perawi yang dha’if) yang bertentangan dengan periwayatan orang kepercayaan.
d.Dhaif karena tiadanya dhabit
1.Mudraj
Hadits yan menampilkan tambahan redaksi, padajhal bukan bagian dari hadits. Redaksi tersebut bisa saja berasal dari tabi’in, atau komentar para perawi sendiri dallam menerangkan suatu makna suatu hadits.
2.Hadits Maqlub.
Hadits yang matannya tertukar oleh seoran perawi, atau seorang pada sanadnya. Kemudian didahulukan didahulukan dalam penyebutannya, yang seharusnya disebut belakangan, atau penyebutanny yang terakhir, yang seharusnya didahulukan. Atau diletakkan sesuatu pada tempat yang lain.
3. hadits mudhthorib
hadits yang diriwayatkan dalam bentuk yang berbeda-bedapadahal dari satu perawi (yang meriwayatkan) dua atau lebih, atau dua dari para perowi yang berdekatan (dan tidk bisa ditarjih)
4.hadits mushahhaf
yaitu hadits yang berbeda terjadi karena perubahan titik kata. Sedan bentuk tulisannya tidak berbeda.
Hadits Mardud
Mardud menurut bahasa berarti yang “ditolak” atau yang “tidak diterima” sedangkan menurut istilah “Hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat atau sebagian syarat hadits maqbul” tidak terpenuhinya syarat bisa terjadi pada matan dan sanad. Hadits ini dibagi menjadi dua yaitu hadits dha’if dan hadits maudu’

1.Hadits dhoif
Kata dhaif menurut bahasa berarti lemah berarti jjika ditinjau dari segi bahasa hadits dhoif adalah hadits yang tidak kuat. Secara istilah hadits do’if ini terdapat perbedaan rumusan sebagai berikut:
annawawi mendefinisikan “ hadits yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat shohih dan syarat-syarat hadits hasan”
ulama’ lainnya mengatakan” hadits yang didalam nya tersimpan sifat maqbul”
menurut Nur Ad din mengatakan “hadits yang  salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadits hilang dari syarat maqbul”
jadi bisa disimpulkan bahwa satu syarat saja yang hilang dari hadits shohih dan hadits hasan itu bisa disebut hadits dhaif.
Para ulama’ menemukan ke-dhaifan hadits itu poada tiga bagian yaitu pada sanad, matan, dan perawinya dari ketiga bagian tersebut mereka membaginya lagidalam beberapa macam hadits dho’if.
a.dhoif dari segi persambungan sanadnya
dari segi persambungan sanad , para ulama’ telah menemukan  banyak hadits yang jika dilihat dari sudut sanadnya ternyata tidak bersambung. Dari sini tergolong menjadi empat yakni hadits almursal, hadits al munqati’, hadits al mu’dal, hadits al mudallas.
1.Hadits mursal
Hadits mursal adalah ahadits yang gugur sanadnya setelah tabi’in. yang dimaksud disini adalah tidak disebutkan nama yang terakhir. Padahal sahabat dalah orang yang pertama menerima hadits.

2.Hadits munqti’
Hadits munqati’ “ hadits yang pada sanadnya terdapat seorang perawi yang gugur atau pada sanad tersebut disebut seseorang yang tak dikenal namanya. Gugurnya hadits ini tidak terjadi pada thabaqoh pertama (sahabat), tetapi pada thabaqah berikutnya, yang digugurkan terkadang seworang perawi, atau lebih dengan tidak berturut –turut.
3.Hadits mu’dal
Hadits yang gugur dua orang sanadnya atau lebih, secara berturut-turut
4.Hadits mudallas
Hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tidak bernoda. Yakni rawi menggugurkan pernah bertemu rawi yang telah digugurkan. Yang dimaksudkan untuk menghilangkan aib agar kelemahan hadits dapat tertutupi
b. dhaif dari segi sandarannya
para ulama’ ahli hadits semua hadits mauquf dan yang maqtu’ kedalam hadits dha’if.
1.Hadits mauquf
Hadits mauquf adalah hadits yang dirwayatkan oleh para sahabat, yaitu berupa perkataan, perbuatan, atau taqrirnya, baik itu bersambung atau tidak.. dan tidak marfu’ karena hadits ini disandarkan pada rasulullah.
2.Hadits maqtu’
Hadits yang diriwayatkan dari tabi’in dan disandarkan kepadanya, baik perkataan maupun perbuatannya.dengan kata lain, bahwa hadits maqtu’ adalah pekataan atau perbuatan tabi’in.
c.Dhaif dari segi tiada syarat adil
Yang dimaksud disini adalah kedhaifan karena dibuat-buat oleh seorang (pendusta) yang ciptaan ini dinisbatkan kepada rasulullah secara paksa dan dusta, baik sengaja maupun tidak.
1.Hadits matruk
Hadits yang diriwayatkan oleh seorang tertuduh dusta( terhadap hadits yang diriwayatkannya), atau tampak kefsikannya, baik perbuatan maupun perkataan.atau oarang yang banyak lupa atau banyak ragu.
2.Hadits munkar
Hadits yang diriwayatkan oleh orang yang lemah ( perawi yang dha’if) yang bertentangan dengan periwayatan orang kepercayaan.
d.Dhaif karena tiadanya dhabit
1.Mudraj
Hadits yan menampilkan tambahan redaksi, padajhal bukan bagian dari hadits. Redaksi tersebut bisa saja berasal dari tabi’in, atau komentar para perawi sendiri dallam menerangkan suatu makna suatu hadits.
2.Hadits Maqlub.
Hadits yang matannya tertukar oleh seoran perawi, atau seorang pada sanadnya. Kemudian didahulukan didahulukan dalam penyebutannya, yang seharusnya disebut belakangan, atau penyebutanny yang terakhir, yang seharusnya didahulukan. Atau diletakkan sesuatu pada tempat yang lain.
3. hadits mudhthorib
hadits yang diriwayatkan dalam bentuk yang berbeda-bedapadahal dari satu perawi (yang meriwayatkan) dua atau lebih, atau dua dari para perowi yang berdekatan (dan tidk bisa ditarjih)
4.hadits mushahhaf
yaitu hadits yang berbeda terjadi karena perubahan titik kata. Sedan bentuk tulisannya tidak berbeda.

0 komentar:

Poskan Komentar