Minggu, 08 Mei 2011

jenis bahasa


JENIS BAHASA.
 Bahasa mempunyai saspek yang dinamis, yang menyesuaikan aspek sosial pemakainya (the user) dan pemakaiannya (the uses).
Keberagaman bahasa ditentukan oleh berbagai aspek luar bahasa seperti kelas sosial, jenis kelamian, etnisitas dan umur.sebagaian ha tersebut merupakan halhal tersebut  merupakan hal hal yang berkaitan dengan pemakaian bahasa tersebut.
Suatu bahasa dipakai oleh masyarakat penuturnya untuk hubungan interaksi sesuai dengan keadaan atau keperluan yang mereka hadapi. Peristiwa tersebut meliputi tiga hal yakni: medan(field), suasana(tenor) dan cara cara(mode)
Ragam bahasa dapat juga dibincangkan bedasarkan fungsinya dalam masyarakat yang multi bahasa secara umum dikenal lima ragam bahasa. Ragam bahasa dalam negara multikultural dapat muncul sebaai akibat perubahan politik dan sosial dinegara yang bersangkutan.

1.bahasa baku : ragam bahasa ini biasanya sudah melewati proses kdevikasi, yaitu tahapan pembakuan tata bahasa
2.Vernakuar : Vernakular merupakan ragam bahasa yng tidak memiliki status resmi. Berbeda dengan bahasa baku vernakular biasanya tidak mengalami proses kodevikasi.
3.Lingua franca : Adalah bagaimana kita menyampaikan dan menerima pesan dalam suatu interaksi.
4. Pijin : Pijin adalah sebuah bahasa pertama yang berkembang sebagai suatu alat komunikasi antar dua kelompok atau lebih.
5. Kreol : Kreol muncul ketika pijin menjadi bahasa ibu pada suatu komunitas tertentu. Strukturnya masih menggambarkan struktur pijin, tetapi masih disebut kreol, karena masih menjadi bahasa ibu mereka.
Bahasa menurut politis
Alasan ini merupakan kelanjutan dari deskripsi penggunaan bahasa, yang memfokuskan diri pada konteks makro pada kepentingan nasional, supranasional, dan kebijaksanaan yang diambil pemerintahdalam menentukan pilihan bahasa yang digunakan. Dalam hal ini dikaji tentang konteks
Penggunaan bahasa dalam masyaraka multilingual
Ada asumsi dalam sosiolinguistik bahwa dalam individu harus dilihat sebagai angota kelompok sosialdimana mereka memainkan peran-peransosial didalam domain yang bermacam macam. Dan dengan melakukan itu mereka memanfaatkan dan menggunakan bentuk tingkah laku yang cocok diantaranya adalah bahasa, kemudian topik penelitihan yang cocok bagi ahli sosiolinguistik adalah pencarian dan pembatasan kelompok-kelompok serta korelasi antara peran-peran konstituan dengan pilihan linguistik dan tipikalnya
homogenitas dan heterogenitas linguistik
yakni pendkatan terhadap masalah dari berbagai faktor kunci dalam menentukan bahasa untuk untuk tingkat nasional disuatu negara yaitu jumlah semua bahasa yang berbeda didalam negara tersebut, perbandingan rasio menggunakan L1 masing masing bahasa dengan seluruh populasi penduduknya, dan situasi geografis sosio ekonomis dari masing-masing bahasa yang ada di negara itu
jumlah bahasa dalam suatu negara
salah satu masalah yang harus diperhitungkan jika seseorang mencoba menghitung bahasa bahasa yang ada karena, perbedaan bahasa, dialek, style yang cenderung menjadi masalah tersendiri
rasio pemakai L1 dalam seluruh populasi.
Pemilihan satu bahasa nasional yang pada awalnya mungkin menjadi pemilihan yang gampang dimana ada satu bahasa yang digunakan dalam negara tersebut. Tetapi pada kondisi yang seperti itu akan meletakkan L1 pada posisi yang subtansial menguntungkan , karena bahasa ibunya yang digunakan dan ditetapkan oleh pemerintah 9language of goverment) bahasa ditetapkan menjadi sebuah kekuasaan negara (language of power) dan menjadi bahasa yang digunakan untuk pengawasan(language of control).
faktor demografi
distribusi demografi suatu bahasa, satu penempatan oleh kelompok sosioekonomis dan geografis, yang menjadi pengaruh pada pilihan besar atau penolakan suatu bahasa untuk dikatakan sebagai bahasa yang memiliki status resmi. Hal lain juga demikian yang suadah dipakai secara luas, L1 atau L2 yang dikehendaki oleh masyarakat sosial atau regional,
nasionalisme dan nasionisme
Nasionalisme adalah perasaan yang berkembang dari dan mendukung nasionalitas.Nasionisme lebih mengacu kepada masalah-masalah kekuasaan yang pragmatik
 Negara Endoglosik
Negara endoglosik yakni Negara yang orang-orang menghuni Negara tersebut menggunakan bahasa resmi dari Negara tersebut.
Negara Eksoglosik
Negara eksooglosik yakni Negara artinya orang-orang yang menghuni Negara tersebut tidak menggunakan bahasa resmi dari Negara tersebut.
Negara campuran
Yaitu Negara yang menggunakan dua tipe tersebut endoglosik dan eksoglosik sebagian eksoglosik dan sebagian eksoglosik fungsi-fungsi nasionalnya terpecah antara bahasa asli dan non asli
Jenis bahasa menurut perolehan
Menurut kronologi pemerolehannya, bahasa dibagi menjadi bahasa ibu atau bahasa pertama, bahasa kedua, dan bahasa asing.
Bahasa ibu lazim disebut bahasa pertama, karena bahasa itulah yang pertama dipelajari anak. Yang disebut bahasa asing akan selalu merupakan bahasa kedua bagi seorang anak
Pemerolehan Bahasa Pertama dan Bahasa Kedua
Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan bahasa pertama (B1) (anak) terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk bahasanya.
Pemerolehan bahasa anak-anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan, memiliki suatu rangkaian kesatuan, yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit.
Masa Waktu dan Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama
Perkembangan pemerolehan bahasa anak dapat dibagi atas tiga bagian penting yaitu (a) perkembangan prasekolah (b) perkembangan ujaran kombinatori, dan (c) perkembangan masa sekolah. Perkembangan pemerolehan bahasa pertama anak pada masa prasekolah dapat dibagi lagi atas perkembangan pralinguistik, tahap satu kata dan ujaran kombinasi permulaan
Proses Pemerolehan Bahasa Kedua
Pemerolehan bahasa berbeda dengan pembelajaran bahasa. Orang dewasa mempunyai dua cara yang, berbeda berdikari, dan mandiri mengenai pengembangan kompetensi dalam bahasa kedua. Pertama, pemerolehan bahasa merupakan proses yang bersamaan dengan cara anak-anak. Mengembangkan kemampuan dalam bahasa pertama mereka. Pemerolehan bahasa merupakan proses bawah sadar
Strategi Pemerolehan Bahasa Kedua
Strategi pertama berpegang, pada semboyan: gunakanlah pemahaman nonlinguistik Anda sebagai dasar untuk penetapan atau pemikiran bahasa, Strategi ini berlangsung dan beroperasi pada tahap umum dalam karya Brown mengenai dasar kognitif ujaran tahap I. Strategi pertama ini memiliki rerata Panjang Ucapan; rata-rata (PUR) sebesar 1,75, dan Loncatan Atas (LA) sebesar 5. Adapun objek dan persona terus-menerus ada walaupun di luar jangkauan pandangan yang merupakan pemahaman nonlinguistik yang menjadi dasar atau landasan bagi pengarah bahasa atau terjemahan anak-anak terhadap ketidakstabilan atau kemudahan mengalirkan pemikiran ke dalam kategori-kategori bahasa yang lebih pasti
Peranan Bahasa Pertama dalam Proses Pemerolehan Bahasa Kedua
Bahasa pertama mempunyai pengaruh positif yang sangat besar terhadap bahasa kedua sebesar 4 – 12 % dari kesalahan-kesalahan dalam ta tabahasa yang dibuat oleh anak-anak berasal dari bahasa pertama, sebesar 8 – 23 % merupakan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh orang dewasa. Mayoritas kesalahan-kesalahan tersebut lebih banyak dalam susunan kata daripada dalam morfologi.

0 komentar:

Poskan Komentar